Cara Mengatasi Tidak Percaya Diri pada Anak

Memiliki anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya merupakan dambaan semua orang apalagi dianugerahi dengan penampilan yang rupawan, cerdas, pandai dalam berkata dan bersikap.

cara mengatasi

Namun tidak sedikit kita temui anak-anak tumbuh dengan perkembangan mental yang kurang baik dikarenakan faktor lingkungan maupun faktor genetis sehingga membuatnya menjadi anak yang kurang percaya diri.

Sebelumnya perlu diperhatikan dengan serius gejala-gejala yang membentuk anak menjadi tidak percaya diri:

1. Susah berbicara, gagap dan ragu.
2. Menutup diri, rasa malu dan tidak berani.
3. Ketidakmampuan berfikir secara mandiri.
4. Merasakan ada kejahatan dan bahaya serta bertambahnya rasa ketakutan dan kekhawatiran.

Selanjutnya perlu telusuri faktor penyebab yang menjadikan anak tersebut berperilaku tidak percaya diri.

Secara umum, berikut ini sebab-sebab yang menjadikan anak tidak percaya diri:
1. Cara mendidik yang salah dan berdasar pada ancaman, kekerasan dan pemukulan setiap kali anak berbuat kesalahan atau main-main sesuatu.
2. Sering disalahkan, dipukul, diancam, dicela dan direndahkan.
3. Orangtua terlalu membatasi setiap perilaku anak dan cara berpikir nya.
4. Selalu dibandingkan dengan anak yang lain untuk memberinya motivasi, terkadang justru memberikan pengaruh yang sebaliknya.
5. Meremehkan kemampuan dan harga dirinya serta melemahkan minatnya.
6. Bentuk badannya yang kecil, tubuhnya yang cacat seperti pincang, buntung dan sebagainya.
7. Rendahnya IQ dan keterlambatan dalam belajar.
8. Selalu mencelanya ketika ia mengalami kegagalan.
9. Banyaknya pertengkaran antara kedua orangtuanya.
10. Dibebani pekerjaan yang di luar kemampuannya dan bakatnya sehingga ia tidak mampu dan gagal.

Setelah mengidentifikasi gejala dan faktor penyebab, berikut ini cara mengatasi tidak percaya diri pada anak, sebagai berikut:

1. Menunjukkan rasa kasih sayang, khususnya dari kedua orangtua.
2. Membiarkan anak memilih sendiri makannya, minumnya dan permainannya.
3. Memotivasi anak dan meningkatkan kemampuannya serta memuji nya dengan berbagai cara.
4. Ketika dibandingkan dengan anak lain, hendaknya disebutkan pula kebaikannya di samping anak yang dibandingkan dengannya serta menyebutkan kemampuan keduanya, kemudian menyuruh untuk berbuat sebagaimana yang telah dilakukan yang lain agar menjadi lebih baik darinya.
5. Orangtua hendaknya tidak saling mengoreksi di hadapan anak-anak, tidak saling mencela atau berselisih di hadapan mereka.
6. Menyebutkan namanya pada pertemuan-pertemuan, memuji-nya di depan orang-orang dewasa dan tidak menyebutkan kekurangannya di hadapan mereka maupun anak anak kecil.
7. Menggunakan cerita-cerita dan permainan untuk menyembuhkan penyakit tidak percaya dirinya juga dengan bermain drama dengan tujuan menyiapkan nya dan mengajari-nya berinteraksi dengan benar.
8. Teladan dari kedua orangtua dalam hal percaya diri dan tidak bimbang.
9. Membawanya dalam kumpulan orang-orang dewasa, dan membuatnya mau berbicara tentang kemampuannya dalam membaca al-Qur an, hadist, cerita-cerita dan lain-lain.
10. Menyuruhnya membeli beberapa keperluan dari toko dan memberinya tanggung jawab yang kecil.
11. Mendengarkan dengan baik ketika anak berbicara dan tidak meremehkan nya.
12. Menemaninya dalam menyelesaikan permasalahannya yang kecil dan dalam memilih kebutuhan pribadinya, seperti memilih mainan, pakaian dan lain sebagainya.
13. Membiasakannya berpuasa meski hanya beberapa jam saja, dan memuji nya apabila ia melakukannya.
14. Mencontoh masa kecil Rasulullah dan mengajarkan kepadanya tentang masa kecil Rasulullah
15. Memperdalam kepercayaan tentang takdir dalam hatinya dan menghubungkan segala sesuatu dengan Allah

Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat bagi para orang tua dalam mengatasi pribadi yang tidak percaya diri pada anak dan menjadikan anak-anak kita menjadi generasi yang Soleh/ solehah berbakti kepada kedua orang tuanya, agama, nusa dan bangsa. Amin

Sumber:
Panduan Mendidik Anak Muslim Usia Pra Sekolah oleh Abu Amr Ahmad Sulaiman.

Tidak ada komentar