7 Kelemahan Manusia Diterangkan dalam Alquran dan Hadist

Di dalam Alquran telah dijelaskan bahwa manusia di samping banyak dipuji, juga banyak dicela/di cerca. Celaan atau cercaan tersebut merupakan cerminan dari kelemahan yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Di antara cercaan dan sekaligus mencerminkan kekurangan dan kelemahan manusia.

kelemahan manusia
jandeloper.nl



Berikut 7 kelemahan manusia yang diterangkan dalam Alquran dan Hadist


1. Manusia adalah Amat Zalim dan Amat Bodoh.


Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 72: manusia itu amat zalim dan amat bodoh "Manusia itu suka menganiaya diri sendiri, dalam arti mempunyai sifat yang suka membangkang, tidak mau meletakkan sesuatu pada tempatnya atau tidak proporsional, dan tidak mau taat dan tunduk terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya sehingga merugikan dirinya sendiri.”

Manusia telah diberi berbagai alat-alat potensial dan potensi-potensi dasar untuk ditumbuh kembangkan melalui aktivitas pendidikan dan untuk diaktual kan dalam kehidupan nyata, tetapi masih banyak pula yang tidak mau (acuh tak acuh dan masa bodoh) melakukannya.

Manusia juga telah diberi amanah oleh Allah untuk dilaksanakan dan diwujudkan dalam kehidupan nyata di dunia ini, tetapi ia berkhianat atau tidak tahu menahu (acuh tak acuh dan amat bodoh) terhadap amanah tersebut, dan tidak mau melaksanakannya dengan sebaik-baiknya sehingga akibatnya parah dan menimbulkan malapetaka yang membahayakan bagi diri, masyarakat dan lingkungan hidupnya.

2. Manusia adalah Makhluk yang Lemah. 


“Tidak mempunyai daya dan kekuatan sendiri, melainkan hanya Allah yang memberi
kannya daya dan kekuatan” (Q.S. Al-Nisa': 28, Al-Kahfi: 39).

Karena itu tidak sepantasnya untuk berlaku sombong dan lupa diri, baik sombong karena kekayaannya, karena jabatannya, karena hasil budayanya, atau karena ilmunya, dan sebagainya. Justru kesombongan merupakan cerminan dari kekerdilan dirinya.

3. Membangkang Ajaran Tuhan.


Manusia adalah makhluk yang banyak membantah dan menentang ajaran Allah yang telah menciptakannya dan yang telahmemberi berbagai macam nikmat (Q.S. Al-Kahfi: 54). Ia telah diberi alat-alat potensial, seperti: pancaindera, akal pikiran dan lain-lain, tetapi justru digunakan untuk membantah dan menentang kebenaran ajaran Tuhannya.

4. Tidak Sabar dan Tergesa-gesa.


Manusia itu bersifat tergesa-gesa (Q.S. Al-Isra': 11), dalam arti suka menuntut sesuatu kebaikan dan keuntungan apa saja dengan segera, dan suka mengambil jalan pintas dalam meraih sesuatu atas dorongan hawa nafsunya.

5. Mudah Lupa dan Khilaf.


Manusia adalah mudah lupa dan banyak salah, manusia disebut sebagai insan (bahasa Arab) serumpun dengan kata nisyan yang berarti lupa atau lalai. Karena itu sering terungkap pernyataan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa (al-insan mahal al khatha' wa al-nisyan).

Sifat ini harus diakui oleh manusia, agar dirinya tidak bersikap angkuh dan sombong, sebaliknya ia justru diharapkan untuk bersedia mengakui kesalahan dan kelupaan nya dengan jalan kembali kepada jalan yang benar atau bertobat.

Sebagaimana sabda Nabi Saw: "Setiap manusia itu sangat banyak salah dan sebaik-baik orang yang banyak salah ialah orang yang sangat sering bertobat kepada Allah" (H.R. Al-Turmudzi dan Ibnu Majah).

6. Mengingkari dan Tidak Bersyukur.


Manusia itu sering mengingkari nikmat (Q.S. Al-Hajj: 66) dan mengingkari kebenaran ajaran Allah (Q.S. Al-Isra': 89).

Manusia telah diberi berbagai macam nikmat oleh Allah agar disyukuri oleh manusia, dalam arti digunakan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin sesuai dengan tujuan diciptakannya nikmat itu dan kehendak sang Pemberi nikmat, demikian pula manusia sudah diberi petunjuk oleh Allah berupa jalan yang benar dan diridaiNya, tetapi kebanyakan manusia masih mengingkarinya, tidak mau menggunakan dan memanfaatkan nikmat itu seoptimal mungkin, dan tidak mau mengakui kebenaran ajaran Tuhannya.

Karena pengingkarannya itu, maka akibatnya ditanggung sendiri oleh manusia, dan bahkan bertambah kemurkaan-Nya yang diterima oleh manusia sehingga menimbulkan kerugian dan malapetaka bagi mereka sendiri (Q.S. Fathir: 39).

7. Mudah Gelisah.


Manusia itu mudah gelisah dan banyak keluh kesah serta sangat kikir (Q.S. Al-Ma'arij: 19-21, Al-Isra': 100), dalam arti manusia itu mudah cemas dan tidak tabah dalam menghadapi musibah, sangat mudah merasa resah dan gelisah serta kehilangan keseimbangan mental ketika ditimpa musibah.

Tetapi ketika diberi rahmat oleh Tuhan, yang berupa rizqi yang melimpah, maka ia bersifat serakah, loba dan sangat kikir, tidak memiliki kepedulian sosial.

Dengan adanya berbagai sifat negatif atau kelemahan manusia tersebut, maka akan menyadarkan diri manusia untuk menjadi lebih bersyukur, memperhatikan eksistensi dirinya yang serba terbatas jika dibandingkan dengan Sang Maha Pencipta yang serba tak terbatas.

Referensi:
Muhaimin, Dkk, 2004, Paradigma Pendidikan Islam, Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Bandung , Remaja Roesdakarya.

Tidak ada komentar