Pengertian Bimbingan Konseling Adalah

Bimbingan dan konseling merupakan layanan bimbingan kepada individu dalam rangka membantu mengembangkan diri atau memecahkan masalahnya secara perorangan atau kelompok dalam suatu pertalian hubungan tatap muka (face to face).


bimbingan konseling



Pengertian Bimbingan dan Konseling Secara Harfiah

Pengertian bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari istilah "guidance" dan "conseling" dalam bahasa Inggris, secara harfiah yaitu "guidance" berasal dari akar kata "guide", yang berarti: mengarahkan (to direct), memandu (to pilot),  mengelola (to manage), dan menyetir (tosteer).

Dari definisi di atas dapat diangkat artikan bahwa bimbingan merupakan suatu proses, yang mengandung makna bahwa bimbingan itu merupakan kegiatan yang berkesinambungan, berlangsung terus-menerus, bukan kegiatan seketika atau kebetulan.

Pengertian Bimbingan dan Konseling Menurut Para Ahli

Sebagai satu istilah, Sherzer dan Stone (1971 : 40) mengartikan bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada memahami diri dan lingkungannya.

Robinson (M. Surya dan Rohman N., 1986 : 25) mengartikan konseling sebagai semua bentuk hubungan antara 'dua orang di mana yang seorang, yaitu klien, dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.

Sementara Sunaryo Kartadinata (1998; 4) agar mampu mengartikan sebagai proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal.

Contoh Ilustrasi dan Uraian Bimbingan Konseling

Salah satu contoh kecil kegiatan bimbingan dan konseling dalam lingkungan keluarga adalah yaitu ketika orang tua mengarahkan anak untuk rajin belajar atau bekerja.

bimbingan koseling adalah

Bimbingan merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan terencana yang terarah kepada pencapaian tujuan. Sebagai contoh: di sekolah ketika seorang guru menemukan salah seorang siswa atau murid sedang merokok pada saat istirahat, guru tersebut serta-merta memanggilnya ke dalam ruangan.

Guru memberikan nasihat kepada siswa, dan melarangnya untuk mengulang perbuatannya. Nasihat satu jam penuh diberikan oleh guru, dan siswa selalu mengiakan apa yang dinasihatkan gurunya. Di akhir pemberian nasihat, guru meminta siswa menuliskan janji yang berbunyi "Saya tidak akan merokok lagi". Kalimat itu harus ditulis berulang-ulang dalam buku tulis. Dengan susah payah siswa menyelesaikan tugas itu, dan keesokan harinya diserahkan kepada gurunya.

fungsi bimbingan dan koseling

Dalam ilustrasi di atas, interaksi guru murid berakhir dengan penyerahan buku "janji". Interaksi itu terjadi secara kebetulan, yaitu guru menemukan siswa yang sedang merokok. Sekiranya peristiwa itu tidak terjadi maka pemberian nasihat pun tidak akan terjadi.

Bimbingan merupakan "helping', yang identik artinya dengan aiding, assisting, atau aviling yang artinya adalah bantuan atau pertolongan. Dalam bimbingan, pembimbing tidak memaksakan kehendaknya sendiri kepada siswa, tetapi berperan sebagai fasilitator perkembangan siswa.

Istilah bantuan dalam bimbingan dapat juga dimaknai sebagai upaya untuk: (1) mengembangkan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan siswa, (2) memberikan dorongan dan semangat. (3) menumbuhkan keberanian bertindak dan (4) mengembangkan kemampuan untuk memperbaiki dan mengubah perilakunya sendiri.

Jika kembali kepada ilustrasi di atas, dapat dipertanyakan: Akankah siswa tadi mengubah dan memperbaiki perilakunya karena dia sudah menerima nasihat dan menulis serta menyerahkan buku janji kepada gurunya? Ataukah dia menganggap bahwa janji yang dia tulis adalah tugas yang diberikan guru kepadanya, yang harus dia tulis dan diselesaikan dengan baik kemudian
diserahkan kepada gurunya? Jika siswa memandang hal itu sebatas tugas yang diberikan guru maka tidak akan terjadi perubahan perilaku, dan ini berarti bantuan, seperti yang dimaksudkan dalam bimbingan.

Individu yang diberi bantuan adalah individu bertanggung jawab, dan yang sedang berkembang dengan segala dengan keunikannya mempertimbangkan keragaman keunikan individu. Tidak ada teknik pemberian bantuan yang berlaku umum, setiap bantuan kepada siswa akan dipahami dan dimaknai secara individual sesuai dengan pengalaman, kebutuhan dan masalah yang dihadapi siswa. Ini berarti bantuan yang diberikan kepada siswa harus didasarkan kepada pemahaman terhadap kebutuhan dan masalah siswa.

Oleh karena itu, guru perlu memiliki keterampilan memahami perkembangan, kebutuhan, dan masalah siswa Ilustrasi di atas memberikan gambaran bahwa perlakuan yang diberikan guru.

Bantuan dalam bimbingan diberikan kepada siswa tersebut tidak didasari oleh pemahaman guru terhadap kebutuhan dan masalah siswa secara objektif. Tindakan menyuruh siswa menuliskan janji tidak bertolak dari kaidah tentang kemampuan apa yang bisa dikembangkan pada diri siswa untuk mengubah perilakunya.

Perkembangan optimal bukanlah semata-mata pencapaian tingkat kemampuan intelektual yang tinggi, yang ditandai dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, melainkan suatu kondisi dinamik di mana individu mampu mengenal dan memahami diri, dan sistem nilai, melakukan pilihan mengambil keputusan atas tanggung jawab sendiri.

Bimbingan dan konseling dikatakan sebagai kondisi dinamik karena kemampuan yang disebutkan di atas akan berkembang terus dan hal ini terjadi karena individu berada di dalam serta menghadapi lingkungan yang terus berubah dan berkembang.

Di atas telah dikemukakan tentang makna bimbingan, berikut akan dijelaskan tentang hubungan bimbingan dengan konseling dan makna konseling. Dalam hubungannya dengan bimbingan, konseling merupakan jenis layanan bimbingan, yang sering dikatakan sebagai inti dari salah satu
keseluruhan layanan bimbingan.

Suasana hubungan penyuluhan (konseling) ini meliputi penggunaan wawancara untuk memperoleh dan memberikan berbagai informasi, melatih atau mengajar, meningkatkan kematangan, dan memberikan bantuan melalui pengambilan keputusan dan usaha-usaha penyembuhan (terapi).

Di sini istilah penyuluhan juga mengandung pengertian yang lebih luas yang mencakup bidang-bidang yang lebih khusus. Usaha kesehatan mental, sebagai salah satu bidang penyuluhan di samping sebagai pengembangan kemampuan penyesuaian diri yang lebih efektif, juga sebagai usaha penyediaan terapi psikis.

Penyuluhan dalam industri dan atletik meliputi usaha untuk menangani masalah-masalah pribadi, di samping melatih keterampilan orang-orang yang terlibat di dalam bidang pendidikan/pengajaran yang meliputi kelemahan dalam keterampilan, kebiasaan belajar, perencanaan kurikulum, dan masalah-masalah emosional, seperti yang dapat anda simak dalam contoh berikut ini.

Contoh  kasus di lingkungan sekolah: Seorang siswa datang kepada guru pembimbing untuk meminta bantuan memecahkan masalah yang dihadapinya. Masalah yang dialami siswa tersebut adalah merasa rendah diri apabila bergaul dengan orang lain sehingga dia sering menyendiri, dan tidak mempunyai teman dekat. Guru pembimbing menerima siswa tersebut dengan penuh respek, dan menyatakan mau membantunya. Setelah beberapa kali pertemuan, siswa mengucapkan terima kasih karena merasa telah mampu memecahkan masalahnya.

Pada uraian definisi bimbingan telah dikemukakan sepintas tentang aspek tujuan. Pada uraian berikut ini akan dibahas tujuan tersebut secara lebih luas. Fungsi umum dari pelayanan bimbingan dan konseling adalah sama dengan tujuan pendidikan Pendidikan Nasional, yaitu terwujudnya manusia seutuhnya yang cerdas, yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur memiliki wawasan dan keahlian, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang tangguh, serta bertanggung tanggung jawab.

bimbingan konseling

Sesuai dengan pengertian bimbingan dan konseling sebagai upaya membentuk perkembangan kepribadian siswa secara optimal maka secara layanan bimbingan dan konseling harus dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam rangka menjawab tantangan kehidupan masa depan, yaitu adanya relevansi program pendidikan dengan tuntutan dunia kerja atau adanya link and match kesepadanan, maka secara umum layanan bimbingan dan konseling adalah membantu siswa untuk mengenal bakat, minat, dan kemampuan yang ada pada diri anak, serta dalam memilih dan pendidikan untuk merencanakan karir yang sesuai dengan peluang dunia kerja.

referensi:
Satori Djam'an, Dkk., Profesi Keguruan, Universitas Terbuka, 2005

Tidak ada komentar