Pengertian Media Pembelajaran dan Penggunaannya

Pengertian Media Pembelajaran


Pengertian Media secara harfiah yang diadopsi dari bahasa Latin dengan bentuk kata jamak Medium artinya: antara, perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan.

media pembelajaran
source: new-educ.com
Penggunaannya dalam pembelajaran, media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat menjadi stimulus dalam berpikir untuk mencapai tujuan pendidikan.

Banyak batasan pengertian media yang dikemukakan para ahli. Berikut ini adalah pendapat dari Gagne (1970), media pembelajaran merupakan berbagai jenis Media hendaknya segala bentuk dan saluran yang komponen dalam lingkungan anak didik yang dapat memotivasi anak didik untuk belajar. Sedangkan Briggs (1970) mengemukakan media pembelajaran adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang anak didik untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.

Agak berbeda dengan pendapat-pendapat di atas, NEA (National Education Association) menyatakan media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Selanjutnya AECT (Association of Education dan Communication Technology) Amerika berpendapat bahwa media dipergunakan orang bertujuan menyalurkan pesan/informasi. Umar Hamalik, pakar pendidikan Indonesia menyatakan media adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interes antara guru dan anak didik dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Dari batasan yang disampaikan oleh para ahli mengernai media, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi dari sumber kepada anak didik yang bertujuan agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian anak didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Peran Penggunaan Media dalam Pembelajaran


Dari berbagai peran media pembelajaran salah satunya dalam konteks menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran yang interaktif, memberikan penguatan maupun motivasi secara efektif.

Kembali pada arti penting media dalam proses belajar-mengajar yang dapat mengantarkan kepada tujuan pendidikan, maka berikut ini akan diuraikan berbagai peranan media dalam proses belajar-mengajar (Hamalik 1997 Sadiman, 2003).

Memperjelas Penyajian Pesan dan Mengurangi Verbalitas


Sesuai dengan karakteristik dari media, maka penggunaan media dapat membantu manusia mengatasi sedikit banyak keterbatasan indera manusia sehingga pesan yang disampaikan menjadi jelas.

Pemanfaatan media dalam pembelajaran mampu mengatasi verbalitas media pembelajaran yang interaktif dapat mendorong anak untuk berperan aktif sehingga informasi yang diterima oleh anak didik tidak hanya dari guru saja tetapi anak didik juga turut aktif mencari dan mendapatkan informasi pembelajaran tersebut.

Memperdalam Pemahaman Anak Didik terhadap Materi Pelajaran


Dengan penggunaan media dalam belajar informasi/pesan tentang materi pelajaran yang diterima anak didik. Di samping itu, melalui media, peran aktif anak didik dapat digerakkan untuk memperoleh pengetahuan tentang materi pelajaran, maka hal itu secara otomatis akan memperdalam pemahaman anak didik.

Memperagakan Pengertian yang Abstrak kepada Pengertian yang Konkret dan Jelas
Materi pembelajaran sering kali adalah sesuatu yang bersifat abstrak. Hal yang abstrak ini tidak mudah untuk dipahami terutama untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Oleh karena itu, media mampu menjadikan sesuatu yang bersifat abstrak dapat dipahami secara konkret dan jelas. Misalnya ketika dalam mengajarkan medan magnet. Guru dapat menggunakan media berupa bijih besi yang diletakkan pada kertas dan digerakkan dengan sebatang magnet/besi berani, maka akan terlihat medan magnet dengan jelas.

Contoh lain adalah ketika kita akan mengajarkan makna kasih sayang, makna Tuhan, Malaikat dan lain-lain. Maka melalui media hal tersebut dapat dipahami dengan mudah oleh anak misalnya penggunaan media pembelajaran pada PAUD dengan menggunakan media boneka tangan dan buku cerita bergambar yang disampaikan dengan metode dramatisasi dan bercerita.

Mengatasi Keterbatasan Ruang, Waktu dan Daya Indera Manusia


Manusia memiliki keterbatasan indera untuk bisa memahami tentang seluk beluk lingkungan kehidupannya jika hanya mengandalkan daya inderanya. Oleh yaitu dengan menggunakan berbagai media. Hal ini sesuai dengan karakteristik media yaitu:

a. Fixative Property

Media mampu menangkap, menyimpan dan merekomendasikan suatu objek atau peristiwa yang telah terjadi di masa lampau  lampau. Misalnya  foto/kamera, film, video, film bingkai, dan lain-lain.

b. Manipulative Property

Media dapat mengubah objek, waktu dan peristiwa menjadi tiga hal yakni:
1) Close Up (objek yang terlalu kecil terlihat lebih besar) misalnya dengan media proyektor mikro, mikroskop, luv/loop, film bingkai, film , model dan gambar.
2) Time Lapsel High-speed photography (gerak yang terlalu lambat dapat ditampilkan lebih cepat) misalnya gerakan tumbuhnya bunga dipercepat dengan media film/kamera film
3) Slow Motion (gerak yang terlalu cepat dapat ditampilkan lebih lambat) misalnya gerakan elang memangsa ayam yang cepat dapat diperlambat dengan film.
4) Objek yang terlalu besar seperti rumah, gajah, pesawat dapat ditampilkan bentuk kecilnya dengan model, maket, miniatur, gambar atau film.
5) Objek yang terlalu kompleks misalnya mesin-mesin dapat disajikan menjadi bentuk yang sederhana dengan model, diagram, bagan dan lain-lain.

c. Distributive Property

Media dapat menyajikan suatu peristiwa dalam radius yang luas seperti gunung berapi, gempa bumi, iklim, kepulauan dan lain-lain sehingga dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, peta/globe, radio dan lain-lain.

Pemanfaatan Media yang Tepat Mampu Menanggulangi Sikap Pasif Peserta Didik


Seperti yang dijelaskan sebelumnya, media dapat mendorong anak untuk berperan aktif dalam proses belajar. Anak diberi bereksperimen dan bereksplorasi secara luas terhadap media tersebut. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
a. menimbulkan kegairahan belajar;
b. memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan;
c. memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan mpatan untuk dan minatnya.

Mengatasi Sifat Unik pada Setiap Anak Didik yang Diakibatkan oleh Lingkungan yang Berbeda


Setiap anak didik berasal dari lingkungan keluarga yang memiliki budaya, agama, tingkat pendidikan, dan sosial ekonomi yang berbeda. Oleh karena itu, setiap anak didik memiliki keunikan tersendiri dan berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar.

Dalam hal ini guru dituntut untuk menggunakan media yang sesuai dengan para anak didiknya. Misalnya guru menggunakan variasi media untuk mengatasi perbedaan gaya belajar para anak didiknya, sehingga media tersebut makan:
a. memberikan perangsang yang sama;
b. mempersamakan pengalaman;
c. menimbulkan persepsi yang sama.

Media Mampu Memberikan Variasi dalam Proses Belajar-mengajar


Dengan menggunakan media yang bervariasi, maka suasana pembelajaran pun akan bervariasi dan menarik bagi anak didik. Hal ini dikarenakan setiap media memiliki karakteristik yang memungkinkan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode.

Memberi Kesempatan pada Anak Didik untuk Mereview Pelajaran yang Diberikan


Dalam proses belajar-mengajar mungkin saja ada beberapa informasi yang ter-lewat oleh anak. Dengan melihat kembali media yang digunakan oleh guru dalam menerangkan, anak didik dapat merevisi kembali informasi pelajaran yang pernah diterimanya tersebut.

Memperlancar pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dan mempermudah tugas mengajar guru


Dengan penggunaan media yang tepat, maka pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar akan lebih efektif dan efisien, contoh kasus dalam penggunaan media pembelajaran matematika dimana secara umum materi pembelajaran ini mudah menimbulkan rasa bosan siswa terlebih dalam materi yang membutuhkan penjelasan secara lengkap pada bagian tertentu.

Tidak ada komentar