Pengertian Profesi Guru dalam Pendidikan

Guru belum sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai suatu profesi yang utuh, dan bahkan banyak orang berpendapat bahwa guru hanya jabatan semi profesional atau profesi yang baru muncul (emerging profession) karena belum semua ciri-ciri di atas yang dapat dipenuhi.

pengertian profesi guru
source: droominfo.nl
Menurut Amitai Etzioni (1969.89) guru adalah jabatan semi professional karenĂ¡: “The training (of teachers) is shorter, their status less legitimated (low or moderate), their right to privileged communication less established; there is less of a specialized knowledge, and they have less autonomy from supervision or societal control than 'the professions”

Winarto Surachmad (1973) mengatakan: "Sebuah profesi, dalam artinya yang umum, adalah bidang pekerjaan dan pengabdian tertentu."

Guru sejatinya dilihat sebagai suatu profesi yang baru muncul, dan karena itu mempunyai grade yang lebih tinggi dari jabatan semi profesional, bahkan mendekati jabatan profesi penuh. Pada saat sekarang, seperti telah dijelaskan juga di depan, sebagian orang cenderung menyatakan guru sebagai suatu profesi, dan sebagian lagi tidak mengakuinya.

Oleh sebab itu, bisa disebut jabatan guru sebagian, namun bukan seluruhnya merupakan jabatan profesional, tetapi sedang bergerak ke arah itu. Kita yang berada di Indonesia bisa menyatakan Progress ke arah itu mulai ditapaki, misalnya dengan adanya peraturan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwa yang boleh menjadi guru hanya yang mempunyai akta mengajar, dalam hal ini dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Ke-pendidikan (LPTK).

Selain itu juga guru diberi penghargaan oleh pemerintah melalui Keputusan Menpan No. 26 tahun 1989 dengan memberikan tunjangan fungsional sebagai pengajar dan dengan kemungkinan kenaikan pangkat yang terbuka.

Setelah kita deskripsikan profesionalisasi secara menyeluruh, mungkin dalam hati Anda timbul pertanyaan, untuk apa dibicarakan profesionalisasi dalam dunia kependidikan?

Kalau dipahami secara baik, kriteria jabatan profesi guru yang telah dijelaskan di atas, maka jelaslah bahwa jabatan professional sangat memperhatikan layanan ini secara optimal, serta menjaga agar masyarakat jangan sampai dirugikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tuntutan jabatan profesional harus kependidikan, khususnya profesi keguruan, tugas utamanya adalah melayani masyarakat dalam dunia pendidikan.

Sejalan dengan alasan tersebut jelas kiranya bahwa profesionalisasi dalam bidang keguruan mengandung arti peningkatan segala daya dan usaha dalam rangka pencapaian secara optimal layanan yang akan diberikan kepada masyarakat.
sangat tinggi. Profesi

Bersedia atau tidak, setiap anggota profesi harus meningkatkan kemampuannya, demikian pula dengan guru, harus pula meningkatkan kemampuannya untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Lebih khusus lagi Sanusi et al. (1991:23) mengungkapkan enam asumsi yang mendasari perlunya profesionalisasi dalam kegiatan pendidikan (dan bukan dilakukan secara asal saja), yakni sebagai berikut:

1. Subjek pendidikan merupakan suatu pengetahuan, emosi, dan perasaan serta dapat dikembangkan seperti dengan potensinya; sementara itu pendidikan dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang menghargai martabat manusia.

2. Pendidikan dilakukan secara internasional, yakni secara sadar bertujuan, maka pendidikan menjadi normatif yang diikat oleh norma-norma dan nilai-nilai yang baik secara universal, nasional, maupun lokal, yang merupakan acuan para pendidik, peserta didik dan pengelola pendidikan.

Teori-teori pendidikan merupakan jawaban kerangka hipotesis dalam menjawab permasalahan pendidikan.

4. Pendidikan bertolak dari asumsi pokok tentang manusia, yakni manusia manusia yang memiliki kemauan, mempunyai potensi yang baik untuk berkembang. Oleh sebab itu, pendidikan itu adalah usaha untuk mengembangkan potensi unggul tersebut.

5. Inti pendidikan terlaksana dalam prosesnya, yaitu keadaan di mana terjadi dialog antara peserta didik dengan pendidik yang memungkinkan peserta didik tumbuh ke arah yang dikehendaki oleh pendidik agar selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi masyarakat.

6. Sering terjadinya dilema antara tujuan utama pendidikan yaitu menjadikan manusia sebagai manusia yang lebih baik (dimensi intrinsik) dengan instrumental yakni yang merupakan alat untuk perubahan atau mencapai sesuatu.

Demikian artikel tentang Profesi Guru dalam Pendidikan semoga bisa menjadi referensi dan menambah khazanah ilmu pengetahuan dalam hal ini.

referensi:
Satori Djam'an, Dkk., Profesi Keguruan, Jakarta, 2005

Tidak ada komentar