Tujuan dan Fungsi Pelatihan Guru serta Jenis-Jenisnya

Tujuan Pelatihan Guru


Program orientasi dan pelatihan merupakan program awal untuk memberikan informasi dan keterampilan yang diperlukan oleh karyawan yang baru direkrut agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan berhasil (Dessler, 1986: 69).

pelatihan guru
source:controcampus.it

Sementara itu, Leslie (1986: 153) berpendapat bahwa tujuan penataran (training) adalah untuk menjembatani antara standar kinerja (kinerja ideal) dan kenerja aktual para karyawan.

Kinerja yang ada perlu ditingkatkan dengan cara memberikan pengetahuan, keterampilan, dan informasi yang diperlukan guna menunjang pelaksanaan tugas untuk mencapai sasaran organisasi.

Tujuan penataran guru secara lebih rinci dikemukakan oleh Nurtain (1987: 38). 


  1. Peningkatan program pengajaran dan proses belajar mengajar sehingga dapat ikut mendorong perkembangan pendidikan.
  2. Memperkenalkan guru-guru dengan bermacam-macam sumber media dan materialnya (audio visual aid). 
  3. Memantapkan sedikitnya empat kompetensi, yaitu kompetensi pengetahuan akademis, kompetensi pengetahuan profesional, kompetensi isi dan keterampilan teknis, serta keterampilan kemasyarakatan. 
  4. Belajar memperkembangkan, mencoba, menerapkan, serta menilai prosedur dan pelaksanaan praktik hal-hal yang baru dalam pengajaran. 
  5. Membekali guru secara konstan sesuai dengan perubahan-perubahan dalam pengembangan kurikulum sekolah. 
  6. Lebih memperluas horison pengetahuan akademis, professional, dan teknis, baik dalam bentuk isi, metode, maupun keterampilan yang harus dikuasai. 
  7. (7) Membuka kesempatan bagi guru-guru untuk mengembangkan dirinya sendiri secara profesional.


Melalui penataran diharapkan memberikan kontribusi yang positif terhadap perubahan perilaku guru dalam mengajar. Dengan pelatihan yang diikuti oleh guru pada berbagai jenis dan macam pelatihan atau penataran-penataran dalam upaya meningkatkan mutu guru menjadi guru profesional diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar murid.

Sementara itu, Handoko (1995: 165) mengemukakan tujuan pendidikan dan pelatihan adalah: meningkatkan keahlian kerja; mengurangi keterlambatan kerja, kemangkiran, dan perpindahan tenaga kerja; mengurangi timbulnya kecelakaan dan kerusakan dalam bekerja serta meningkatkan pemeliharaan terhadap alat-alat kerja; meningkatkan produktivitas kerja; meningkatkan kecakapan kerja; dan meningkatkan rasa tanggung jawab.

Dengan demikian, tujuan pendidikan dan pelatihan sangat bermanfaat bagi peningkatan kinerja seseorang dan kinerja organisasi.

Secara khusus tujuan diklat guru adalah terwujudnya: 


  • sosok guru yang unggul, kreatif, inovatif, dan professional; 
  • mutu penyelenggaraan pendidikan yang lebih meningkat; 
  • manajemen pembelajaran terencana, sistematis, dan skematis; dan 
  • terwujudnya pelayanan prima kepada peserta didik di bidang penyelenggaraan pendidikan. 

Berdasarkan tujuan tersebut menunjukkan bahwa tujuan diklat guru berorientasi kepada personal guru tersebut tentang proses (mutu penyelenggaraan) dan kelembagaan (manajemen penyelenggara).

Ketiga orientasi tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan agar dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada siswa (peserta didik).

Fungsi Pelatihan Guru


Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sebuah organisasi memiliki fungsi yang sangat penting.

Handoko (1995: 152) mengemukakan bahwa fungsi diklat adalah:
(a) menilai kebutuhan terhadap program diklat tertentu,
(b) mengembangkan berbagai paket program diklat,
(c) menilai aktivitas suatu program diklat,
(d) menilai perubahan penampilan kerja, dan
(e) menerapkan analisis cost benefit.

Dengan demikian, fungsi diklat adalah sebagai suatu wadah atau sarana pengembangan personal sehingga diperoleh suatu peningkatan kinerja nya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Fungsi-fungsi tersebut saling berkaitan satu dengan yang lainnya Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan dan pelatihan memiliki fungsi yang beraneka dan saling melengkapi.

Guru yang mengikuti program pelatihan akan meningkat kompetensi nya dengan adanya kerja sama antar guru dalam penyelesaian tugas-tugas program pelatihan yang dikerjakan melalui tugas kelompok guru tersebut.

Jenis Pelatihan Guru


Banyak jenis penataran yang telah dilaksanakan oleh pemerintah,baik yang berkaitan langsung dengan peningkatan kemampuan profesionalisme guru maupun yang tidak secara-langsung berkaitan dengan peningkatan kemampuan profesional guru, tetapi dapat membentuk sikap dan perilaku positif guru.

Penataran yang berkaitan langsung dengan peningkatan kinerja guru, antara lain:


(1) penataran bidang studi,
(2) penataran pemandu pelajaran,
(3) penataran kurikulum muatan lokal,
(4) penataran anak kesulitan belajar,
(5) penataran pembuatan alat peraga sederhana,
(6) penataran penggunaan alat peraga atau praktik IPA,
(7) penataran tutor,
(8) penataran peningkatan kualitas PBM.

Penataran yang tidak secara langsung berkaitan dengan peningkatan kinerja dilakukan dengan alasan:
(1) model skala Minesota lebih komunikatif karena mencantumkan uraian sikap yang hendak diukur; dan
(2) model skala Minesota lebih praktis dan mudah dipahami.

Pelibatan guru dalam pelatihan dapat meningkatkan motivasinya sebagai efek dari pelatihan yang diikutinya dan pada akhirnya dapat meningkatkan kinerjanya.

Berdasarkan uraian di atas yang dimaksud pelatihan dalam kajian ini mengacu pada pendapat Handoko karena pendapat tersebut sesuai dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diterapkan untuk guru-guru.

Pelatihan yang dimaksud adalah usaha memperbaiki penguasaan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan teknik pelaksanaan kerja tertentu secara terinci dan rutin untuk melakukan pekerjaan.

Indikator yang menjadi variabel pengukuran adalah kerja sama antar individu guru dalam pelatihan, individualisasi guru dalam pengalaman pelatihan, kesempatan guru dalam mengikuti berbagai jenis dan macam pelatihan sesuai dengan kebutuhannya, dan pelibatan guru dalam pelatihan tersebut.

Referensi:
Sutarti, Tatik, 2011, Kinerja Guru Berbasis Nilai Budaya, Kompensasi, dan Pelatihan di Kota Surakarta, Yuma Pustaka, Surakarta.

Tidak ada komentar